YaaAllah..
Serius deh! Jadi suka banget baca prosa :D untaian kata2nya itu loh~ gimana ya? Indah dan menyentuh :')
Hmm.. Okelah
Dibaca aja yaa, enjoyed!
Cuaca [1998]
Membicarakan cuaca.
Cuaca bagi kami adalah metafora. Menanyakan cuaca menjadi ungkapan yang digunakan saat masing-masing pihak menyimpan hal lain yang gentar diutarakan.
'bagaimana cuacamu?'
'aku biru.'
'aku kelabu.'
Keangkuhan memecah jalan kami, kendati cuaca menalikannya. Kebisuan menjebak kami dalam permainan dugaan, lingkaran tebak-menebak, agar yang tersirat tetap tak tersurat.
'bagaimana cuacamu?'
'aku cerah, sama sekali tidak berawan. Kamu?'
'bersih dan terang. Tak ada awan.'
Batinku meringis karena berbohong. Batinnya tergugu karena telah dibohongi. Namun kesatuan diri kami telah memutuskan demikian : MENAMPILKAN CERAH YANG TAK SEJATI KARENA AWAN MENDUNG TAK PANTAS MENJADI PAJANGAN.
Cuaca demi cuaca melalui kami, dan kebenaran akan semakin dipojokkan. Sampai akhirnya nanti, badai meletus dan menyisakan kejujuran yang bersinar. Entah menghangatkan atau menghanguskan :_)
-dee, FILOSOFI KOPI : kumpulan cerita dan prosa satu dekade-
Karnya : Dewi 'dee' Lestari ☺
Tidak ada komentar:
Posting Komentar